NAMA : DITA PUJI LESTARI
NPM :
222 10 106
KELAS : 3EB17
TUGAS
SOFTSKILL 2
PENGERTIAN
KARYA ILMIAH
Pengertian
Karya Ilmiah Menurut Eko Susilo, M. 1995:11
Suatu
karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan
didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu,
disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun
bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.
Menutut
Jones ( 1960 ) karangan ilmiah dibagi menjadi
dua,diantaranya ;
- Karangan ilmiah yang ditujukan
kepada masyarakat tertentu ( profesional ) yang biasanya bersifat karya
ilmia tinggi yang disebut dengan istilah karya ilmiah.
- Karangan ilmiah yng ditujukan kepada
masyarakat umum yang disebut dengan istilah karangan ilmiah populer.
Karya
ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan
masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan
menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan atau bukti-bukti
empirik.
Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian,
makalah seminar atau simposium , artikel
jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya
itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain
yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi
ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya. Karya
ilmiah dapat berfungsi sebagai rujukan, untuk meningkatkan wawasan, serta
menyebarluaskan ilmu pengetahuan.
TUJUAN
KARYA ILMIAH
- Sebagai wahana melatih
mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan
ilmiah yang sistematis dan metodologis.
- Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan
mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi
juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam
bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
- Karya ilmiah yang telah ditulis itu
diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan
masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
- Membuktikan potensi dan wawasan
ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah
dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan
dan pendidikan dari jurusannya.
- Melatih keterampilan dasar untuk
melakukan penelitian.
MANFAAT
KARYA ILMIAH
Manfaat
penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:
- Melatih untuk mengembangkan
keterampilan membaca yang efektif;
- Melatih untuk menggabungkan hasil
bacaan dari berbagai sumber;
- Mengenalkan dengan kegiatan
kepustakaan;
- Meningkatkan pengorganisasian
fakta/data secara jelas dan sistematis;
- Memperoleh kepuasan intelektual;
- Memperluas cakrawala ilmu
pengetahuan;
- Sebagai bahan acuan/penelitian
pendahuluan untuk penelitian selanjutnya
CIRI – CIRI KARYA ILMIAH
Dalam karya ilmiah ada 4 aspek yang menjadi karakteristik utamanya, yaitu :
a) Struktur sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal
(pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal
merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan
pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau
subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi
penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
b) Komponen dan substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya
ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka.
Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
c) Sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan
menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif,
tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
d) Penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari
pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang
baku.
JENIS – JENIS KARYA ILMIAH
Adapun jenis – jenis karya ilmiah, yaitu :
1. Skripsi adalah karya tulis (ilmiah)
mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi
ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung
data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung;
observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan.
Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan
material berupa penemuan baru.
2. Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam
dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana.
Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari
istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan
mandiri —sekalipun dipandu dosen pembimbing— menjadi hal sangat mendasar.
Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan
dilakukan mandiri.
3. Disertasi
Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis
mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan
analisis terinci. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang
filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan
ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.
SIKAP ILMIAH
Dalam penulisan karya ilmiah ada 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus
ada. Sikap-sikap ilmiah yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Sikap ingin tahu. Sikap ingin tahu
ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan
bidang kajiannya.
2. Sikap kritis. Sikap kritis ini
terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan
bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan-kekurangannya, kecocokan-tidaknya,
kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
3. Sikap terbuka. Sikap terbuka ini
terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan
keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik,
dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau
tidak sesuai.
4. Sikap objektif. Sikap objektif ini
terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
5. Sikap rela menghargai karya orang
lain. Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan
sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang
berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
6. Sikap berani mempertahankan
kebenaran. Sikap ini menampak pada ketegaran membela fakta dan hasil temuan
lapangan atau pengembangan walapun bertentangan atau tidak sesuai dengan teori
atau dalil yang ada.
7. Sikap menjangkau ke depan. Sikap ini
dibuktikan dengan selalu ingin membuktikan hipotesis yang disusunnya demi
pengembangan bidang ilmunya.
KERANGKA
DAN TATA CARA PENULISAN KARYA ILMIAH
Bab I Pendahuluan
Paparan tentang apa yang menjadi masalah dengan latar belakangnya
- Latar belakang : diskripsi masalah,
data awal yang mendukung adanya masalah dan akar timbulnya masalah.
Mengapa dan apa yang mendorong peneliti memilih topik penelitian ini.
- Rumuskan masalah secara jelas,
singkat, termasuk konsep-konsep yang digunakan, masalah dibatasi, bagian
mana yang digarap, mengapa bagian itu yang diambil, dan gambarkan
pentingnya masalah: sumbangannya terhadap perkembangan ilmu, kegunaan
praktis (bila ada), hubungan dengan penelitian lain Kegunaan yang lebih
umum.
- Tujuan penelitian
- Manfaat penelitian
Bab II Landasan teori
Paparan tentang kerangka acuan atau objek yang sudah digunakan dalam memecahkan
masalah. Gambarkan konsep-konsep yang digunakan, pendekatan yang digunakan,
gambarkan teori-teori yang pernah ada yang berkaitan dengan masalah yang
digarap, mengemukakan asumsi-asumsi dasar sebagai landasan berpikir, dan
kemukakan hipotesis bila ada. Umumnya dikemukakan dalam bagian kerangka
teoritis atau landasan teori atau teori.
Bab III Metode Penelitian
Paparan mengenai apa yang dilakukan dalam suatu penelitian (langkah-langkah)
yang dilakukan sebelum melakukan suatu penelitian dan dikemas dalam bagian
metode penelitian.
Bab IV Hasil penelitian dan pembahasan
Jawaban terhadap pertanyaan apa yang dikemukakan umumnya dikemukakan dalam
bagian temuan atau hasil. Hasil-hasil penelitian harus mampu berfungsi sebagai
alat pembuktian.
Bab V Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan, sebagai pernyataan singkat yang mengungkapkan hasil penyelidikan
secara menyeluruh. Saran, sebagai pernyataan yang bertujuan untuk penyempurnaan
hasil akhir penyelidikan.
Kesimpulan memuat hasil sesuai dengan tujuan penelitian, penulis harus dapat
menjelaskan kepentingan akan temuannya, bukan merupakan pengulangan yang telah
dibahas pada bagian pembahasan, harus menceritakan pada pembaca mengapa temuan
ini penting, dan bagaimana temuan ini berkontribusikan terhadap pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta penelitian apa yang harus dilakukan kemudian.
Bab vi Abstrak
Abstrak
adalah suatu bagian uraian yang sangat singkat, jarang lebih panjang dari enam
atau delapan baris, bertujuan untuk menerangkan kepada pembaca-pembaca
aspek-aspek mana yang tercakup dalam se-buah uraian tanpa berusaha mengatakan
apa yang dibicarakan me¬ngenai aspek-aspek itu.
Bab vii Referensi : kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka
Kutipan. Pembuatan skripsi dan karya ilmiah mengharuskan para penulis
mencari sumber informasi ilmiah yang diperlukan untuk penulisan tersebut.
Pengetahuan ilmiah yang dikutip dari seseorang dipergunakan untuk berbagai
tujuan sesuai dengan argumentasi yang diajukan, misalnya untuk mendukung
pernyataan penulis atau mendefinisikan sesuatu. Kutipan-kutipan tersebut dapat
berbentuk "kutipan langsung" atau "kutipan tidak langsung".
Kutipan langsung yang pendek dimasukkan dalam teks atau tubuh skripsi dengan
menggunakan tanda kutip
Catatan kaki atau notasi ilmiah cukup penting untuk diperhatikan dalam menulis
karya ilmiah. Notasi ilmiah adalah catatan pendek untuk mengetahui sumber
informsi ihniah yang dikutip dalam suatu karya ilmiah. Karena catatan tersebut
diletakkan di bagian bawah halaman maka sering disebut catatan kaki atau
footnote. Catatan kaki tidak hanya digunakan untuk mengetahui dan mendalami
sumber informasi tetapi juga untuk memberikan catatan tambahan tentang suatu
informasi dalam penulisan ilmiah tanpa mengganggu keseluruhan penulisan
tersebut. catatan kaki mencakup: (1) nama penulis, (2) judul tulisan, (3)
tempat pener-bitan, (4) nama penerbit, (5) tahun penerbitan, (6) halaman yang
dikutip.
Daftar pustaka dapat berupa buku, jurnal, majalah, media masa, kertas kerja,
ensiklopedi, internet, dan bahan penerbitan lain (termasuk komunikasi pribadi).
Fungsi daftar pustaka: (a) Sebagai alat untuk melihat kembali sumber asli oleh
ilmuwan lain, sehingga ilmuwan lain dapat melihat benar atau tidaknya
pengutipan pernyataan di dalam bahan pustaka yang digunakan atau bahkan dapat
digunakan sebagai alat untuk melihat perkembangan ilmu. (b) Untuk mengetahui
lebih jauh tentang sumber acuan yang terdapat dalam sebuah catatan kaki. (c)
Untuk melihat cakupan keilmuan seluruh isi tulisan ilmiah sebagai indikator
mutu isinya, dengan catatan bahwa semakin terspesialisasi bahan pustaka yang
digunakan maka semakin tinggi nilai tulisan ilmiah. (d) Untuk mengetahui dampak
ilmiah dari tulisan ilmiah.
Tata aturan penulisan daftar pustaka: (a) Penulisan daftar pustaka disusun
secara alfabetis, dari A -Z, dengan patokan pada huruf pertama dari nama
keluarga atau marga penulis. (b) Penulisan nama orang Indonesia yang lebih dari
satu kata, adalah kata kedua dianggap sebagai nama keluarga dengan disertai
tanda-baca koma (,) diikuti singkatan kata pertama dan diakhiri dengan tanda
titik (.). (Catatan: apabila suatu bahan pustaka tidak terinformasi penulisnya,
maka nama penulis tidak boleh ditulis dengan Anonim). (c) Setelah nama
pengarang, berikutnya ditulis tahun penerbitan bahan pustaka dan diakhiri
dengan tanda titik. (d) Setelah tahun terbit bahan pustaka, berikutnya ditulis
judul bahan pustaka yang diketik miring diakhiri dengan tanda titik (.). (e)
Setelah nama bahan pustaka, selanjutnya ditulis (1) nama penerbit untuk bahan
pustaka berupa buku, dan (2) nama jurnal beserta volume, nomor, tahun terbit,
dan halaman bahan pustaka yang dibaca untuk artikel ilmiah yang diterbitkan
dalam bentuk jurnal. (f) Bagian terakhir adalah nama kota dari alamat penerbit
untuk bahan pustaka berupa buku. (g) Apabila nama penulis dari bahan pustaka
yang dirujuk lebih dari satu, maka penulis ke-2 dan ke-3 urutan kata namanya
tetap seperti nama aslinya hanya kata pertama dan/atau kedua disingkat.
Sumber :