Sabtu, 16 Oktober 2010

MANAJEMEN UMUM


universitas gunadarma
·         Arti dan Fungsi Manajemen
Definisi tentang manajemen yang diberikan oleh Profesor Oei Liang Lee. Manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, megkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kesimpulan bahwa manajemen mempunyai lima fungsi, yaitu :
1.      Perencanaan
2.      Pengorganisasian
3.      Pengarahan
4.      Pengkoordinasian
5.      Pengawasan
·         Jenjang Manajemen
Peusahaan-perusahaan besar biasanya mempuyai paling sedikit tiga jenjang manajemen, ketiga jenjang tersebut adalah :
a.      Manajemen Puncak
Manajemen puncak sering disebut manajemen senior atau eksekutif kunci. Manajemen puncak bertugas menyusun rencana umum perusahaan dan mengambil keputusan-keputusan penting tentang hal-hal seperti penggabungan (merger), produk baru, dan pengeluaran saham.
b.      Manajemen Madya
Manajemn madya disebut juga manajemen administrative. Mempunyai tanggung jawab dalam penyusunan rencana operasi yang melaksanakan rencana-rencana umum dari manajemen puncak.
c.       Manajemen Operasional
Tugasnya menyangkut pelaksanaan rencana yang dibuat oleh para manajer madya. Manajer operasional sering disebut “supervisor garis-pertama” (first-line supervisor), karena bertanggung jawab melakukan supervise kepada para karyawan yang mengerjakan kegiatan harian.
LATAR BELAKANG SEJARAH MANAJEMEN
Ø  Gerakan Manajemen Ilmiah
Taylor mengemukakan beberapa prinsip manajemen ilmiah untuk melakukan pekerjaan dengan efisien. Prinsip-prinsip tersebut adalah :
Prinsip 1         : Semua pekerjaan dapat diobservasi dan dianalisis guna menentukan satu cara terbaik untuk menyelesaikannya.
Prinsip 2         : Orang yang tepat untuk memangku jabatan dapat dipilih dan dilatih secara ilmiah.
Prinsip 3         : Kita dapat menjamin bahwa cara terbaik tersebut diikuti dengan menggaji pemegang jabatan dengan dasar insentif, yaitu menyamakan gaji dengan hasil kerjanya.
Prinsip 4         : Menempatkan manajer dalam perencanaan, persiapan dan pemeriksaan pekerjaan.
SEKOLAH-SEKOLAH TENTANG PEMIKIRAN MANAJEMEN
v  Sekolah Klasik (Classical School)
Teori klasik mendefinisikan manajemen menurut tugas yang dilakukan oleh para manajer. Sekolah klasik telah memberikan saran tentang fungsi-fungsi manajemen primer, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.
v  Sekolah Perilaku (Behavioral School)
Sekolah perilaku disebut leadership, human realitions, atau behavioral sciences school of management, telah menjadi popular dalam tahun 1950-an.
v  Sekolah Ilmu Manajemen (Management Science School)
Sekolah ilmu manajemen melibatkan matematik dan statistik. Model-model matematis digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah operasional perencanaan dan pengendalian. Ilmu manajemen merupakan suatu pendekatan kuantitatif yang memberikan alat untuk menyalesaikan masalh-masalah bisnis.
v  Analisis Sistem
Sistem adalah suatu unit yang dibentuk dari dua atau lebih bagian-bagian independen yang berinteraksi untuk membentuk sebuah organisme fungsi. Analisis sistem merupakan metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah bisnis dengan mengidentifikasi bagian-bagian utama dari suatu masalah dan hubungan mereka.
v  Manajemen Hasil
Manajemen By Objectives/ MBO adalah suatu program untuk meningkatkan motivasi dan pengendalian karyawan. Adapun keburukannya dapat disebutkan di sini, antara lain :
1.      Untuk beberapa tugas, MBO sulit umenentukan tujuan yang tepat.
2.      MBO hanya akan sukses jika semua pihak mau berpartisipasi.
3.      MBO seharusnya tidak dipandang sebagai suatu penyelesaian untuk semua masalah untuk manajemen.
4.      Tujuan-tujuan itu seharusnya layak dan mudah di ukur.
PERENCANAAN
            Perancanaan merupakan fungsi terpenying diantara semua fungsi-fungsi manajemen yang ada.
o   Bentuk-bentuk Perencanaan
Perencanaan memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut            :
a.      Tujuan (Objective)
Tujuan merupakan sesuatu sasaran di mana kegiatan itu diarahkan, dan diusahakan untuk sedapat mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu.
b.      Kebijakan (policy)
Kebijakan adalah suatu pernyataan atau pengertian untuk menyalurkan pikiran dalam mengambil keputusan terhadap tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan.
c.       Strategi
Strategi merupakan tindakan penyesuaian dari rencana yang telah dibuat. Dalam membuat startegi haruslah memperhatikan beberapa faktor seperti : ketepatan waktu, ketepatan tindakan yang akan dilakukan dan sebaginya.
d.      Prosedur
Prosedur merupakan rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk waktu mendatang.
e.       Aturan (rule)
Aturan adalah suatu tindakan yang spesifik dan merupakan bagian dari prosedur.
f.        Program
Program merupakan campuran antara kebijakan prosedur, aturan dan pemberian tugas yang disertai dengan suatu pelanggaran (budget); semuanya ini akan menciptakan adanya tindakan program dua macam, yakni: 1) program umum meliputi seluruh organisasi, 2) program khusus hanya mencakup kegiatan-kegiatan dari masing-masing bagian yang ada dalam organisasi tersebut.  
o   Kegunaan Perencanaan
Adapun kegunaan dari pada perencanaan adalah :
a.       Mengurangi ketidakpastian serta perubahan pada waktu mendatang
b.      Mengarahkan perhatian pada tujuan
c.       Memperingan biaya
d.      Merupakan sarana untuk mengadakan pengawasan
o   Langkah-langkah Penyusunan Perencanaan
1.      Menetapkan Tujuan
2.      Menyusun Anggapan-anggapan (premising)
3.      Menemtukan Berbagai Alternatif Tindakan
4.      Mengadakan Pernilaian terhadap Aternatif-alternatif tindakan yang sudah dipilih
5.      Mengambil Keputusan
6.      Menyusun Rencana Pendukung
o   Jangka Waktu Perencanaan
Menurut jangka waktunya, perencanaan dapat dikelompokan menjadi tiga golongan, yakni:
a.       Perencanaan jangka panjang
b.      Perencanaan jangka menengah
c.       Perencanaan jangka pendek
Perencanaan pembangunan 25 tahun di Indonesia yang dikenal dengan nama era pembangunan, merupakan salah satu contoh perencanaan jangka panjang.
o   Faktor-faktor yang Membatasi Perencanaan
Adanya kelemahan perencanaan disebabkan oleh beberapa factor ,yaitu:
a.      Sulitnya mencari anggapan secara teliti
Kesulitan mencari anggapan secara teliti merupakan salah satu factor yang memebatasi perencaan.
b.      Perubahan yang sangat cepat
c.       Kekakuan internal
Kekakuan merupakan kekakuan yang tercipata dan berasal dari dalam organisasi /perusahaan;  dapat berupa:  1) kekakuan psikologis ,2) kekakuan karena adanya prosedur dan kebijakan ,3) kekakuan sumber daya dan dana
d.      Kekakuan eksternal
Kekakuan eksternal sangat sulit dikendalikan dan diawasi oleh para manajer karena sangat berkaitan dengan masalah-masalah : social-politik ,teknologi ,kebudayaan ,geografi ,perekonomian dan sebagainya
e.       Waktu dan biaya
o   Pengambilan Keputusan
a.      Syarat pengambilan keputusan
Untuk bertindak ataupun mengambil keputusan secara rasional tersebut membutuhkan beberapa syarat ,antaralain :
1.      Harus berudaha untuk dapat mencapai suatu tujuan yang tidak terpenuhi tanpa melalui tindakan yang positif
2.      Haru dapat mengetahui dengan jelas tentang tujuan-tujuan manakah yang dapat dicapai berserta segala kekurangannya
3.      Harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan analisis dan penilaian berbagai alternatif sesuai dengan tuntutan-tuntutan untuk mencapai tujuan
4.      Haru bersikap optimis dan mempunyai kemampuan yang kuat untuk memilih alternative yang baik.
b.      Alat Pengambilan Keputusan
Untuk mengambil keputusan yang rasional perlu digunakan alat-alat seperti : 1) Operation research, 2) Teori probabilitas, 3) Linear programming. Alat-alat pengambilan keputusan lainnya adalah :
-          Analisa resiko
-          Pohon keputusan (decision tree)
PENGORGANISASIAN
§  Pengertian
Setiap organisasi memiliki tiga komponen pokok, yaitu: personalia, fungsi dan factor-faktor fisik merupakan sarana untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Fungsi pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses menciptakan hubungan antara berbagai fungsi, personalia dan faktor-faktor fisik agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada suatu tujuan. Hubungan-hubungan yang timbul di dalam organisasi dapat berbentuk:
a.      Hubungan Informal
Yang termasuk hubungan informal ini antara lain : hubungan-hubungan di luar tugas/ pekerjaannya, dan hubungan-hubungan lain yang bersifat tidak resmi.
b.      Hubungan Formal
Hubungan formal merupakan bentuk hubungan yang dilakukan dengan sengaja. Dalam hubungan formal terdapat tiga hubungan dasar yaitu :
1)      Tanggung Jawab adalah kewajiban-kewajiban bagi individu untuk melaksanakan tugas yang telah ditetapkan, dengan cara sebaik mungkin menurut kemampuan serta pengarahan yang diterima.
2)      Wewenang
Wewenang adalah hak untuk mengambil keputusan tentang apa yang harus dilakukan seseorang ,juga merupakan hak untuk meminta kepada orang lain melakukan sesuatu.
3)      Pertanggung-jawaban
Penanggung-jawaban merupakan dari arus wewenang

§  Rentangan Kekuasaan
Frekuensi hubungan antara pimpinan dengan bawahan dipengaruhi oleh beberapa faktor  ,
a)      Latihan dari bawahan
b)      Pendelegasian
c)      Perencanaan
d)     Teknik komunikasi
§  Dasar-dasar Penggolongan Bagian Di Dalam Organisasi
Pengelompokan menjaadi bagian-bagian di dalam sebuah organisasi dapat didasarkan pada beberapa factor berikut ini:
1.      Didasarkan pada Suatu Angka
2.      Didasarkan pada Waktu
3.      Didasarkan pada Fungsi Perusahaan
4.      Didasarkan pada Luas Daerah Operasi
5.      Didasarkan pada Jenis Barang yang Dihasilkan
6.      Didasarkan pada Jenis Langganan
§  Karakteristik Struktur Orgaisasi
Bentuk struktur organisasi yang baik harus memiliki dua karakteristik dasar, yaitu:
a.       Keseimbangan dalam Organisasi
b.      Fleksibel merupakan kemampuan dari struktur organisasi untuk menyesuaikan dari terhadap semua perubahan-perubahan yang terjadi, seperti : perubahan kegiatan, perubahan jumlah karyawan, perubahan formasi jabatan dan sebagainya.
PENGARAHAN
Ø  Prinsip-prinsip Pengarahan
Pengarahan merupakan aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif serta efisien untuk mencapai tujuan. Pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip, yaitu :
a.       Prinsip Mengarah Kepada Tujuan
b.      Prinsip Keharmonisan Dengan Tujuan
c.       Prinsip Kesatuan Komando
Ø  Cara-cara Pengarahan
Adapun cara-cara pengarahan yang dilakukan dapat berupaa:
1.      Orientasi merupakan cara pengarahan dengan memberikan informasi yang perlu agar supaya kegiatan dapat dilakukan dengan baik. Informasi yang diberikan di dalam orientasi dapat berupa antara lain :
1)      Tugas itu sendiri
2)      Tugas lain yang ada hubungannya
3)      Ruang lingkup tugas
4)      Tujuan dari tugas
5)      Delegasi wewenang
6)      Cara melaporkan dan cara mengukur prestasi kerja
7)      Hubungan antara masing-masing tenaga kerja
8)      Dan sebagainya.
2.      Perintah merupakan permintaan dari pimpinan kepada orang yang berada di bawahnya untuk melakukan atau mengulang suatu kegiatan tertentu pada keadaan tertentu. Adapun perintah yang dibeikan kepada bawahan dapat berupa :
-          Perintah umum dan Khusus, perintah umum mempunyai sifat yang luas sedangkan peintah khusus bersifat lebih menditail.
-          Perintah lisan dan tertulis, perintah tertulis memberikan kemungkinan waktu yang lebih lama untuk memahaminya, sehingga dapat menghindari adanya salah tafsir. Perintah lisan akan lebih cepat diberikan walaupun mengandung risiko lebih besar.
-          Perintah formal dan informal, perintah formal merupakan perintah yang diberikan kepada bawahan sesuai dengan tugas/ aktivitas yang telah ditetapkan di dalam organisasi. Perintan informal lebih banyak mengandung saran atau dapat pula berupa bujukan dan ajakan.
3.      Delegasi Wewenang
Dalam pendelegasian wewenang ini pimpinan melimpahkan sebagian dari wewenang yang dimilikinya kepada bawahan.
Ø  Komunikasi
American Training Director memberikan definisi komunikasi sebagai pertukaran pikiran atau informasi agar supaya terdapat saling pengertian serta hubungan antar manusia-manusia secara serasi. Definisi dari Newman, komunikasi merupakan pertukaran fakta-fakta, gagasan, pendapat dan perasaan oleh dua orang atau lebih.
Dari definisi-definisi tentang komunikasi tersebut dapat diambil kesimpulan, bahwa :
a.       Di dalam komunikasi terdapat hubungan antara orang dengan orang, orang dengan lembaga dan sebaliknya.
b.      Hubungan yang timbul di dalam komunikasi itu digunakan untuk menyalurkan gagasan, pendapat atau iformasi.
c.       Komunikasi berguna untuk menciptakan hubungan yang serasi dan menciptakan saling pengertian.
d.      Untuk mengadakan komunikasi, dapat digunakan kata-kata, surat, kode atau symbol.
Komunikasi mempunyai beberapa prinsip, yaitu :
1)      Komunikasi harus Jelas
Komunikasi yang jelas dapat dilakukan bilmana dipakai bahasa yang baik.
2)      Prinsip Integritas
Komunikasi dapat digunakan untuk menumpuk saling pengertian antara masing-masing individu sehingga dapat mencapai serta menjaga adanya suatu kerjasama yng baik.
3)      Prinsip Penggunaan Organisasi Informal
Komunikasi yang dilakukan oleh sebuah organisasi dapat bersifat ekstern dan bersifat intern. Komunikasi yang bersifat ekstern merupakan komunikasi yang terjadi antara organisasi dengan lembaga-lembaga lain seperti pemerintah, serikat buruh, bank dan sebagainya. Komunikasi yang bersifat intern merupaka komunikasi yang dilakukan oleh mesing-masing individu dalam organisasi.
Ø  Motivasi
Motivasi mempunyai dua macam bentuk, yaitu :
a)      Motivasi Positif
Merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara memberikan penambahan tingkat kepuasan tertentu, misalnya : dengan memberikan promosi, memberikan intensif atau tambahan penghasilan, menciptakan kondisi tempat kerja yang baik agar mereka merasa aman tentram dan jenak bekerja, dan sebaginya.
b)      Motivasi Negatif
Motivasi negatif merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara menakut-nakuti atau mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu secara terpaksa.
PENGKOORDINASIAN
v  Prinsip-prinsip Koordinasi
Koordinasi antara bagian dan antar individu di dalam organisasi akan dapat tercapai bilamana diikuti dengan tiga prinsip berikut :
a.       Prinsip Kontak Langsung
Prinsip ini menyatakan bahwa koordinasi harus dicapai melalui hubungan antar manusia baik hubungan secara horizontal maupun vertikal.
b.      Prinsip Penekanan pada Pentingnya Koordinasi
Koordinasi perlu dilakukan sejak membuat perencanaan sampai melaksanakan kebijakan.
c.       Hubungan Timbal Balik di antara Faktor-faktor yang ada
v  Pelaksanaan Fungsi Koordinasi
Fungsi ini merupakan tanggung jawab dari manajer, untuk melaksanakan fungsi koordinasi, manajer dapat menempuh dua cara, yaitu :
1.      Menjamin bahwa kondisi lingkungan dapat membantu untuk memberikan fasilitas bagi terlaksananya koordinasi.
2.      Memastikan apakah masing-masing individu sudah mengetahui prinsip-prinsip koordinasi.
PENGAWASAN
Ø  Pengertian
Pengawasan merupakan fungsi terakhir yang harus dilaksanakan dalam manajemen.
Ø  Langkah-langkah Pengawasan
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengdakan pengawasan adalah :
a.       Menciptakan Standard
Standard merupakan suatu kriteria untuk mengukur hasil pekerjaan yang sudah dilakukan. Bentuk standard dapat dibedakan ke dalam dua macam bentuk, yaitu :
-          Standard kuantitatif merupakan suatu standard yang dinyatakan di dalam satuan-satuan tertentu, misalnya : jam kerja mesin (machine hour), jam kerja tenaga langsung (direct labor hour), satuan barang (unit product), ongkos, pendapatan, investasi, dan lain sebagainya.
-          Standard kualitatif dapat berupa pendapatan umum, langganan, buruh dan sebagainya.
b.      Membandingkan Kegiatan yang Dilakukan dengan Standard
Langkah kedua ini dilakukan untuk mengetahui sampai seberapa jauh adanya penyimpangan yang telah terjadi.
c.       Melakukan Tindakan Koreksi
Langkah ketiga ini dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki dan menyempurnakan segala kegiatan, kebijaksanaan serta hasil kerja yang tidak sesuai dengan rencana atau standarnya.
Ø  Syarat-syarat Pengawasan yang Baik
Untuk menjalankan pengwasan dengan baik, diperlukan beberapa syarat, yakni :
1)      Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan (aktivitas)
2)      Pengawasan harus melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi dengan segera.
3)      Pengawasan harus mempunyai pandangan ke depan.
4)      Pengawasan harus obyektif, teliti dan sesuai dengan standard yang digunakan.
5)      Pengawasan harus luwes/ fleksibel.
6)      Pengawasan harus serasi dengan pola organisasi.
7)      Pengawasan harus ekonomis.
8)      Pengawasan harus mudah dimengerti.
9)      Pengawasan harus diikuti dengan perbaiki/ koreksi.

Selasa, 12 Oktober 2010

LINGKUNGAN PERUSAHAAN


universitas gunadarma
PENGARUH  LINGKUNGAN TERHADAP PERUSAHAAN
Istilah tanggug jawab sosial menunjukkan pertimbangan manajemen tenteang pengaruh-pengaruh sosial di samping juga pengaruh ekonomi dari keputusan-keputusannya. Tanggung jawab sosial tersebut mencakup hal-hal seperti bidang kesehatan, informasi konsimen, prektek tanpa diskriminasi, dan pemeliharaan lingkungan fisik.
·         Pengertian Lingkungan Perusahaan
Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Arti lingkungan secara luas mencakup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu, perusahaan, dan masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan tersebut adalah luas dan banyak ragamnya, termasuk aspek-aspek ekonomi, politik, sosial, etika-hukum, dan ekologi/fisik dan sebagainya.
Perusahaan dalam Masyarakat yang Pluralistik
Masyarakat pluralistik adalah kombinasi ddari berbagai kelompok yang mempengaruhi lingkungan perusahaan. Hubungan-hubungan yang baik dapat terjadi dengan saling memberi melalui kompromi, bukannya dengan paksaan. Dalam haln ini, pluralisme mencerminkan usaha manusia untuk mempertemukan kebutuhan dan kepentingan dari berbagai organisasi.
Kesan Negatif Tentang Perusahaan
Masalah yang menciptakan kesan negatif tentang perusahaan, antara lain menyangkut penyelewengan pajak, penyelundupan barang, penyogokan kepada pejabat pemerintah, periklanan yang menipu, kebocoran pabrik yang berbahaya, pembayaran-pambayaran yang tidak legal, dan sebagainya.
Usaha-usaha untuk Memperbaiki Kesan Negatif
Untuk memperbaiki adanya kesan-kesan negatif dari masyarakat terhadap perusahaan, tentunya perusahaan harus tidak menciptakan masalah-masalah yang negatif serta perlu melaksanakan kegiatan hubungan masyarakat (humas) yang efektif.
LINGKUNGAN FISIK, ENERGI DAN KONSERVASI
Dari masalah-masalah ekonomi dan sosial, salah satu masalah yang sangat sulit diatasi dan memerlukan biaya besar adalah yang berkaitan dengan lingkungan fisik. Kasus ledakan pusat listrik tenaga nuklir di Chernobyl Uni Soviet dan kasus kebocoran pabrik pestisida Union Carbide di Bhopal India merupakan contoh pencemaran udara yang cukup hebat dengan banyak karbon.
·         Ekologi
Ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Kualitas lingkungan kita sudah semakin menurun disebabkan oleh kombinasi dari tiga faktor :
1.      Semakin meningkatnya konsentrasi penduduk
2.      Perkembangan teknologi baru
3.      Semakin meningkatnya kemakmuran ekonomi.
Tujuan –tujuan ekologis memang sangat penting. Tetapi, persoalan riilnya adalah menyangkut apakah kita dapat mengkoordinir tujuan-tujuan tersebut dengan tujuan sosial dan tujuan ekonomi lainnya.
·         Macam-macam Polusi
Polusi merupakan pengrusakan lingkungan alam dimana kita hidup dan bekerja. Jenis-jenis polusi berikut ini menjadi ancaman bagi lingkungan yang sehat ;
-          Pencemaran Udara
Rata-rata orang menghirup udara sebanyak 35 pon per hari. Jumlah ini merupakan enam kali dari jumlah makanan dan minuman yang dikonsumsi secara normal. Dapat diperkirakan bahwa sebagian besar pencernaan udara diakibatkan oleh asap kendaraan bermotor yang cukup banyak. Polusi udara ini menimbulkan dampak negatif yang biasanya dikaitkan dengan penyakit jantung dan pernapasan.
-          Pencemaran Air
Jarak antara sumber air tanah dengan tangki peresapan (pembuangan kotoran) saling berdekatan sehingga bakteri-bakteri dalam tangki peresapan dapat merembes masuk ke sumber air.
-          Pencemaran Sampah Awet
Di dunia ini hanya ada tiga macam tempat pembuangan sampah, yaitu bumi, air, dan angkasa. Sampah awet, seperti kaleng bekas, botol, karet dan plastik, sulit mendapatkan pembuangan, ditanampun tidak lekas larut dalam tanah. Namun demikian masih ada pihak-pihak yang ternyata sangat membantu dalam mengurangi polusi sampah awet, yaitu para gelandangan pencari kaleng, botol dan sebagainya yang mendapatkan hasil dengan menjualnya ke pabrik-pabrik pengolahan.
·         Energi dan Konservesi
Di indonesia sumber energi minyak bumi sudah lama digunakan disamping batu bara dan air. Beberapa tahun terakhir ini harga minyak terus merosot dari semula US $ 30 per barel menjadi US$9,95 per barel pada awal 1986. Namun demikian orang tetap melakukan penghematan energi yang kenyataannya dapat menghemat pengeluaran cukup banyak.
LINGKUNGAN PEREKONOMIAN DAN PERPAJAKAN
·         Alasan-alasan bagi Meningkatnya Pengeluaran Pemerintah
Alasan-alasan bagi pemerintah untuk menaikkan pajak adalah untuk membiayai pengeluaran yang semakin meningkat. Meningkatnya pengeluaran Pemerintah ini merupakan suatu tendensi yang mungkin menyebabkan naiknya laju pertumbuhan urbanisasi, pertambahan penduduk dan permintaan masyarakat, serta pengeluaran biaya untuk pertahanan negara. Masalah-masalah yang perlu mendapatkan perhatian adalah masalah kesehatan, pendidikan, transportasi. Adanya pertambahan penduduk dapat megakibatkan pengeluaran Pemerintah lebih besar.
·         Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah
Untuk menutup defisit ini dapatlah dilakukan peminjaman kepada bank-bank. Jumlah uang yang dipinjam dengan cara ini dsebut utang negara. Tidak semua pajak yang dipungut oleh Pemerintah ditunjukan untuk meningkatkan penghasilan, terutama pajak-pajak yang dikenakan pada tempat-tempat perjudian, dan pajak impor untuk melindungi kegiatan usaha dalam negeri terhadap persaingan harga. Ada beberapa macam pajak yang dikenakan oleh Pemerintah, antara lain:
a.      Pajak tidak langsung
Besarnya pajak ini ditambahkan pada harga barang tersebut pada saat dijual kepada masyarakat. Pajak tersebut dinamakan pajak penjualan (PPn). Macam pajak yang termasuk pajak tidak langsung adalah pajak penjualan impor, cukai, bea masuk, pajak ekspor, dan sebagainya.
b.      Pajak langsung
Pajak kekayaan adalah termasuk pajak langsung karena langsung dikenakan atau dipungut pada pembayar pajak. Macam pajak langsung adalah pajak pendapatan (PPd), pajak perseroan (PPs) dan pajak dividen. Secara keseluruhan penerimaan Pemerintah dapat diperoleh dari :
-          Penerimaan dalam negeri, meliputi: pajak langsung, pajak tidak langsung, penerimaan minyak dan penerimaan bukan pajak.
-          Penerimaan pembangunan, meliputi: bantuan program dan bantuan proyek.
Seluruh pengeluaran Pemerintah dapat dikelompokkan ke dalam:
-          Pengeluaran rutin, antara lain berupa: belanja pegawai, belanja barang, subsidi daerah otonom, bunga dan cicilan utang serta pengeluaran lain.
-          Pengeluaran pembangunan : pembiayaan pembangunan sektoral yang antara lain meliputi sektor-sektor pertanian dan pengairan, industri dan pertambangan, tenaga listrik, perhubungan dan pariwisata, pendidikan dan kebudayaan, agama dan kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa, pertahanan dan keamanan.
LINGKUNGAN HUKUM
Hukum yang ada di Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam:
1.      Hukum Publik
Hukum publik mengatur masalah-masalah yang menyangkut kepentingan dan keamanan umum. Aturan-aturan hukum yang dapat dimasukkan sebagai hukum publik ini antara lain: hukum tatanegara, hukum tatauasaha dan hukum pidana.
2.      Hukum Privat
Hukum privat merupakan hukum yang mengatur tentang hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan seseorang dan kelompok-kelompok dalam masyarakat. Termasuk ke dalam hukum privat adalah hukum perdata dan hukum dagang.
LINGKUNGAN PEMERINTAH
·         Perhatian Pemerintah terhadap Kegiatan Usaha
Pemerintah juga membantu perusahaan-perusahaan kecil atau lemah karena merupakan unit usaha yang penting untuk menampung tenaga kerja dan dapat memberikan harga yang lebih rendah kepada konsumen. Bantuan semacam ini sering dinamakan subsidi.
a.      Bantuan di Bidang Transportasi
Usaha-usaha pemerintah melalui perusahaan-perusahaan seperti Garuda Indonesia Airways (GIA) di sektor angkutan udara, PELNI di sektor angkutan laut dan DAMRI di sektor angkutan darat telah mendorong usaha-usaha baru yang dilakukan loeh swasta.
b.      Bantuan pada Perusahaan-perusahaan Kecil
Bantuan perusahaan kecil dapat digolongkan ke dalam tiga golongan, yaitu :
-          Bantuan finansial, diwujudkan dalam bentuk kredit (Kredit Investasi Kecil, Kredit Modal Kerja Permanen  dan Kredit Candak Kulak) dengan tingkat bunga yang rendah.
-          Bantuan pemberian kontrak, baik berupa jasa maupun pemberian hasil produksi, secara langsung dapat mendorong kegiatan pemasarannya.
-          Bantuan teknik dan manajemen, umumnya diberikan kepada koperasi-koperasi dengan tujuan untuk menggiatkan usaha-usaha para anggota koperasi secara bersama-sama dan merata.
c.       Bantuan di Bidang Komunikasi
Bidang komunikasi meliputi kegiatan-kegitan siaran radio, televisi, telepon dan sebaginya. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan menyangkut bidang-bidang transportasi, komunikasi, pelayanan umum (listrik, air minum dan sebainya), energi dan sebagainya.


LINGKUNGAN INTERNASIONAL
            Lingkungan Internasional merupakan suatu konsep keseluruhan yang luas meliputi kegiatan dan maslah perekonomian dunia.
·         Neraca Pembayaran Internasional
Suatu konsep penting yang berhubungan dengan neraca pembayaran adalah neraca perdagangan. Jika suatu negara mengekspor barang-barang melebihi impornya, keadaan ini menunjukkan neraca perdagangan yang menguntungkan. Jika impor lebih besar dari ekspor, maka keadaan neraca perdagangan tidak menguntungkan.
·         Perusahaan-perusahaan Multinasional (Multinational Corporation)
Perusahaan-perusahaan Multinasional kebanyakan berasal dari negara-negara Eropa, Amerika dan Jepang. Mereka memperluas pasarnya ke negara-negara lain dengan tujuan untuk menampung kelebihan hasil produksnya di atas kebutuhan konsumsi dalam negeri.
·         Kegiatan-kegiatan Multinational
Perusahaan-perusahaan Multinational bertujuan memasarkan barang hasil produksinya tidak hanya ke satu negara saja, tetapi juga ke negara-negara lain. Adanya Perusahaan Multinasional dapat membantu untuk memperbaiki kondisi perekonomian dari satu negara terhadap negara lain. Di Indonesia sudah terdapat banyak Perusahaan Multinasional yang terus meningkat operasinya, misalnya : Coca Cola, Toyota, Sharp, Mitsubhisi, Oliveti, FNCB, dan sebagainya.
·         Ciri-ciri Perusahaan Multinasional
PBB dalam laporan tahunan 1973 mendefinisikan Perusahaan Multinasional sebagai suatu perusahaan yang kegiatan pokoknya meliputi usaha-usaha pengolahan/manufaktur atau pemberian jasa dalam sedikitnya dua negara. Perusahaan Multinasional merupakan sumber dari penanaman modal asing langsung dan jumlahnya merupakan ukuran kegiatan perusahaan itu.
·         Kebaikan dan Keburukan Perusahaan Multinasional
a.      Kebaikan Perusahaan Multinasional
-          Menambah devisa negara melalui penanaman modal di bidang ekspor
-          Mengurangi kebutuhan devisa untuk impor di sektor industri
-          Menambah pendapatan negara berupa pajak-pajak dan royalty dari perusahaan-perusahaan tersebut
-          Menambah kesempatan kerja dengan membuka lapangan kerja baru
-          Meningkatkan taraf hidup karyawan dengan memberikan gaji lebih tinggi
-          Meningkatkan kemampuan dan keterampilan bagi tenaga kerjanya
-          Memodernisir Industri
-          Menambah arus barang karena meningkatnya produksi nasional yang didukung oleh perusahaan tersebut
-          Memperluas pasar faktor-faktor produksi dalam negeri, seperti: bahan baku, tenaga kerja dan sebaginya
-          Ikut mendukung pembangunan nasional
b.      Keburukan Perusahaan Multinasional
-          Makin banyaknya Perusahaan Multinasional yang didirikan dapat mempengaruhi kekuasaan ekonomi negara. Tetapi jika jumlahnya sedikit, maka kuantitatifnya tidak banyak.
-          Perusahaan-perusahaan Multinasional tersebut memperoleh hasil berupa :
1.      Keuntungan yang dialihkan ke luar negeri kepada pemegang sahamnya
2.      Penyusutan/depresiasi, dalam praktek sering digunakan untuk menyembunyikan keuntungan-keuntungan agar tidak terkena pajak
3.      Kenutuhan akan bahan baku dan barang modal harus didatangkan dari luar negeri yang dalam pelaksanaannya Pemerintah harus menyediakan fasilitasnya.
-          Dapat merusak kehidupan politik dan ekonomi negara
-          Mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dengan memperbesar modal merupakan motif Persahaan-perusahaan Multinasional.
·         Lembaga-lembaga yang Membantu Perdagangan Internasional
Perantara ini disebut middlemen, dibedakan ke dalam empat golongan:
a.      Eksport and Import Commission House
Commission House merupakan wakil-wakil dari pembeli. Export Commossion House menerima pesanan dari pembeli-pembeli di luar negeri, kemudian memenuhi pesanan tersebut dan menyelesaikan masalah-masalah pengeksporan. Sedangkan Import Commossion House melakukan hal yang serupa bagi pembeli-pembeli di dalam negeri.
b.      Merchant Exporters and Importers
Merchant Exporters and Importers memperoleh penghasilan dari hasil keuntungan dalam perdagangan, jadi bukannya komisi.
c.       Manufacturer’s Export Agents
Export Agents bertindak sebagai departemen/ bagian ekspor dari sebuah perusahaan/produsen atau sekelompok perusahaan.
d.      Export and Import Brokers
Makelar (Brokers) dalam kegiatan ekspor-impor berusaha menumakan pembeli dan penjual bersama-sama.
·         Perkembangan Impor dan Ekspor Indobesia
Pada dasarnya barang yang diekspor dapat digolongkan ke dalam dua kelompok, yakni barang-barang selain ,migas dan migas (minyak dan gas bumi). Barang-barang yang termasuk kategori bukan minyakl dikelompokan menjadi:
a.       Golongan barang utama : kayu, karet, timah, minyak kelapa sawit, kopi, tembakau, the, dan biji kelapa sawit.
b.      Golongan barang lain : hewan beserta hasilnya, lada, bungkil kopra, kopra, bahan makanan, bahan tambang dan lain-lain.
Impor yang dilakukan oleh Indonesia selama ini meliputi tiga macam golongan barang, yakni :
a.      Barang konsumsi : beras, tepung terigu, tekstil, dan lain sebagainya.
b.      Bahan baku dan penolong : cengkeh, bahan kimia, hasil dan preparat kimia, bahan cat, pupuk, kertas, benang tenun, cambric dan shirting, bahan bangunan dan lain sebagainya.
c.       Barang modal : mesin-mesin, generator listrik, alat telekomunikasi, dan lain sebagainya.
Indonesia juga mengimpor minyak dan gas untuk konsumsi di dalam negeri.